Saturday, 29 March 2014

Catatan Pemain Selasa, 25 Maret 2014

Ka deny? Tu vas bien? (Ka deny? Kamu baik-baik saja)

Ya dihari selasa ini bapak ka deny sedang tidak enak badan, akhirnya kita latihan dengan perintah-perintahnya saja tanpa ia mempraktekkannya, eits sepertinya dia geregetan dengan kita, karena praktek yang tidak sesuai dengan keinginannya akhirnya dia turun juga mempraktekkan. Tunggu dulu tunggu dulu, waah ada wajah-wajah baru hari ini yeay Boyo dan Deaaa, ternyata mereka muncul kembali.

Semua diulang dari awal, yaitu latihan ketika prajurit ‘tos’ dan latihan mengendap-endap. Mungkin memang karena kita sebagai prajurit belum bisa merealisasikan apa yang diinginkan sutradara. Tapi kita akan terus berusaha Ka den.

Usai ibadah maghrib latihan dilanjutkan dengan adegan penyerangan Kerajaan Hariara pada Kerajaan Huta. Setiap kali kami( para pemain) terlihat belum memahami apa yang diinginkan sutradara adegan langsung di cut dan kami langsung mengumpul untuk diberi arahan hingga beberapa kali. Dan disinilah pencapaian terbaik kami sebagai prajurit. Kata ka deny.

Pada evaluasi Ka Deny menyuruh kami untuk mencari arti dari kata-kata yang berbahasa batak itu, dan ini lah hasil yang saya temukkan walaupun belum semua J

Alogo                 : Angin

Bagas                 : Rumah

Tapian                : Air tempat mandi; Air minum

Surung                : Utama;Unggul;Suka akan;Prioritas;Istimewa

Dolok                 : Gunung; Pegunungan

Balga                  : Besar; Gemuk; Kuat

Na "parjolo"           : Yang pertama

Pukka                 : (pungka pukka : memulai)

Na "gogo"              : Yang Kuat; Berkuasa; Daya; Tenaga

Babiat                 : Harimau; Macan

"Ompu" "Mulajadi" Na "Bolon" : "Buyut" "sang pencipta sejak semula" yang "Besar; Agung"

Rikkot                : perlu; penting

Hariara               : Sejenis pohon kayu

Huta                   : Desa; Kota

Harangan            : Hutan

Baringin             : Beringin

Balian                 : Sawah

Binanga              : Sungai; Wadi

-Talithashb-

Post a Comment

Anugerah

Dari pinggiran trotoar yang kehilangan hangatnya matahari, seorang anak menangis setengah mengigil. Beberapa keping uang receh digenggaman...